![]() |
| Potret Rachel Vennya (Sumber : Instagram @Rachel Vennya) |
Lagi-lagi tentang Rachel Vennya. Tapi bukan mau bahas anaknya atau trik Dalgona Coffee-nya, kali ini aku ingin membahas tentang sihirnya lewat mantra ajaibnya. Tepatnya dari instastory-nya yang selalu berhasil untuk menghipnotis seluruh warga jagat maya.
Awalnya aku enggak kenal (dan sampai sekarang memang enggak kenal karena kita gak pernah kenalan, hehe), tapi banyak banget teman-teman aku yang ketika kongkow pasti adaaa aja yang nyebut nama Rachel ini. Terlebih anaknya yang bernama Xabiru. Bahkan sekarang Rachel sudah memiliki anak kedua yang diberi nama Chava. Teman-temanku bilang anaknya lucu. Mereka pun ikut-ikutan memanggil Rachel dengan sebutan Buna untuk mewujudkan keakrabannya.
Akhirnya aku kepo kan, kenapa sih semua orang pada ngomongin dia? Kenapa semua orang di semua tempat (setidaknya) menyebutkan nama Rachel Vennya di deretan pertama selebgram atau influencer yang disebutnya. Mesti deh. Enggak tau kenapa. Then I saw all of her stories on her Instagrams account. Aku juga sempat scroll (which you called by stalk, maybe) untuk memuaskan rasa penasaran aku kenapa semua orang memperbincangkannya. Aku bisa bilang dia adalah salah satu selebgram berpengaruh Indonesia untuk saat ini. Ratusan ribu manusia terhipnotis lewat instastorynya. Terlihat harganya yang sangat mahal ketika feeds instagramnya tidak banyak iklan paid promote-nya. Almost all of the paid promote adv on her instastories, yang berbaris kecil-kecil kayak jahitan nenek itu. Rachel juga sering screenshot percakapan para pelaku onlineshop yang merasa terbantu karenanya (which you called by testimony). Bagi mereka (para pelaku bisnis yang melakukan paid promote ke Rachel) video Rachel ngomong 15 detik di instastory-nya bagaikan merubah hidup mereka. Mereka banyak yang merasakan dampak positif setelah melakukan paid promote ke Rachel; seperti jumlah followers yang bertambah, kunjungan mingguan instagram melonjak drastis, serta banyaknya transaksi pembelian yang dilakukan pembeli.
Mungkin selebgram memang sudah menjamur di mana-mana, tapi yang bisa menghipnotis warga(net) lewat mantra instastory-nya itu tidak banyak. Kebanyakan selebgram menjajakan baju-baju yang dikenakannya dan diposting lewat feeds, tetapi Rachel menerima berbagai jenis dagangan berupa benda yang beragam untuk sekedar dipasang di instastory yang hanya berumur 24 jam tersebut.
Selain kekuatan instastory-nya yang sangat luar biasa itu, perempuan yang mengawali karir influencer dari ask.fm dan snapchat tersebut dikenal baik oleh followersnya. Mereka mengklaim bahwa Rachel berhati lembut dan hebat dalam mengasuh anak. Alhasil, Xabiru terlihat baik (sorry I wrote this cz I just see throught my screen of my smartphone, right? Idk his behavior and his attitude actualy) dan penurut serta menggemaskan seperti yang para followers elu-elukan.
![]() |
| Potret kedua anak Rachel Vennya (Sumber : akun Instagram @Rachel Vennya) |
Aku tidak paham mana yang membuat Rachel menjadi pentolan selebgram saat ini, entah anaknya yang lucu menggemaskan, atau karena pribadi seorang Rachel Vennya yang sudah dibangun semenjak zaman ask.fm dan snapchat itu. Tetapi yang pasti, salah satu selebgram yang berpengaruh saat ini tersebut tengah diperbincangkan banyak mulut dan selalu ditunggu-tunggu tingkahnya di layar handphone para penggemarnya.
Aku tidak sampai hati untuk mengagumi, karena bagiku masih banyak figur yang bisa menggeserkan kedudukan seorang Rachel (setidaknya di mataku). Tapi cukuplah aku mengetahui, bahwa di zaman yang serba digital ini, banyak tokoh-tokoh muda yang bermunculan kemudian berpengaruh hanya dengan satu dua tingkahnya di media sosial. Tentu beda medan perjuangannya dengan zaman dahulu, para pejuang kemerdekaan saja tidak semua disebut pahlawan. Harus ada beberapa kualifikasi yang terpenuhi hingga dapat dikatakan pahlawan. Para sejarawan mencatatnya sebagai pahlawan, tokoh bangsa serta tokoh yang dielu-elukan sepanjang masa. Lantas di zaman sekarang, yang banyak tokoh-tokoh yang dapat mempengaruhi banyak orang (influencer), apakah besok sejarawan juga harus mencatatnya?{}


0 komentar:
Posting Komentar